PR Di Mata Blanja.com
PRINDONESIA.CO | Jumat, 07/07/2017 | 1.408
PR Di Mata Blanja.com
PR Blanja.com berdiri sendiri, langsung di bawah arahan CEO.
Dok. Blanja.com

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Setelah selama setahun PR hadir di Blanja.com, baru tahun ini PR mendapat kepercayaan untuk mulai membangun sistem. “Saya ingin kamu seleher dulu,” kata Rieka Handayani, Head of PR Blanja.com mengutip pernyataan CEO Blanja.com Aulia E. Marinto ketika itu. Maka, per April 2017, posisi PR tak lagi menyatu dengan divisi marketing. “PR berdiri sendiri, langsung di bawah arahan CEO,” ujar perempuan yang ditemui PR INDONESIA di kantornya di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Sekadar informasi, PR baru hadir mewarnai Blanja.com dua tahun setelah anak perusahaan di bawah naungan PT Metraplasa itu diresmikan tahun 2014. Alasannya, meski menyadari PR memiliki peran penting dalam membangun reputasi perusahaan, namun mereka sadar PR tidak bisa bekerja sendiri. Selama kurun waktu tersebut, Blanja.com fokus membangun fondasi dan melengkapi instrumen mulai dari merekrut karyawan, menyempurnakan platform, operasi, hingga pemasaran. Selama itu pula belum banyak cerita yang bisa dibagi ke publik. 

Sebagai langkah awal membangun sistem PR, rutinitas Rieka lebih banyak diisi dengan melakukan pendekatan, membangun relasi dan engagement baik di kalangan internal maupun stakeholder dari kalangan eksternal sesuai cara dan karakter masing-masing. Pendekatan di kalangan internal menjadi prioritas karena tujuannya untuk memberikan pemahaman dasar tentang PR dan meluruskan kesalahpahaman. 

Menurut yang ia yakini, PR menciptakan environment for sales and trust, sementara marketing menciptakan call to action. “Yang dilakukan PR itu intangible (tidak berwujud). Kita mengarahkan orang untuk masuk ke Blanja.com, tapi keputusan yang bersangkutan membeli atau tidak, bukan menjadi tugas PR,”  katanya. 

 

Jalin Relasi

Pemahaman harus didukung dengan relasi yang harmonis dan engagement yang erat. Salah satu bentuk dukungan itu tampak dari upaya tiap divisi menjalankan tugas sesuai tupoksinya. Blanja.com memiliki tim investigasi yang bertugas menyortir dan memverifikasi barang, buyer dan seller. Tujuannya, agar bisnis berjalan sesuai misi. Yakni, mendapatkan end user bukan reseller. Sebaliknya, PR memberikan dukungan dengan cara membuat rencana, guideline, insight, serta konten-konten yang powerfull agar produk dan korporasi makin dikenal di mata publik dan komunitas.

Langkah itu dilakukan sekaligus sebagai bentuk upaya Blanja.com membangun trust dan menjaga reputasi. Dua hal itu mutlak bagi Blanja.com. “Meski termasuk startup, Blanja.com membawa nama besar Telkom dan eBay. Sekali terjadi krisis, nama dua induknya akan ikut tercemar,” katanya. Untuk itu, ia bersama tim rutin melakukan pengukuran sentimen di media dan sosial media agar dapat menangkap hal-hal yang berpotensi menjadi isu. Mereka juga memantau keluhan yang masuk ke costumer service (CS), memastikan keluhan direspons dengan cepat, dan melakukan brand awareness research di pengujung tahun.  

Belakangan, Blanja.com mulai membangun relasi dengan rekan-rekan media. Upaya serupa pun dilakukan kepada stakeholder lainnya seperti investor, pemerintah penjual, dan konsumen. “Dengan mengenal mereka, kami bisa melakukan mapping content dan media pitch,” katanya seraya bersyukur Blanja.com dipimpin oleh CEO yang dikenal dekat dengan media dan memahami peran strategis PR.   

Mereka pun melakukan engagement dengan komunitas. Secara reguler, Blanja.com melakukan workshop, pembinaan dan pendampingan kepada UKM agar melek digital. Agenda ini merupakan bentuk dukungan Blanja.com mengembangkan bisnis pelaku UKM dari sekadar penjual menjadi pebisnis dengan memanfaatkan peluang di pasar on-line. rtn

 

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI