Menjalin hubungan dengan akademisi membutuhkan pendekatan strategis agar komunikasi praktisi PR berjalan efektif dan saling menguntungkan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Membangun hubungan yang kuat antara praktisi PR dan akademisi dalam konteks kerja sehari-hari punya tantangan tersendiri. Sebab, tak jarang muncul keraguan dari akademisi yang khawatir pendapat atau penelitian mereka disederhanakan atau disalahartikan.
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dibutuhkan pendekatan strategis yang mengedepankan kepercayaan dan kolaborasi. Berikut lima langkah yang dapat dilakukan praktisi PR untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan akademisi.
1. Luangkan untuk Berkenalan
Akademisi memiliki jadwal yang padat, sehingga pertemuan singkat selama 15 menit bisa menjadi langkah awal yang efektif. Gunakan kesempatan ini untuk memahami bidang penelitian mereka, mendengarkan harapan mereka terkait publikasi, serta menjelaskan bagaimana PR dapat membantu mereka mencapai tujuan komunikasi.
2. Bangun Komunikasi Secara Konsisten
Jangan hanya menghubungi akademisi saat membutuhkan komentar atau wawancara. Kelola hubungan secara berkala, misalnya dengan menginformasikan peluang media yang relevan. Konsistensi ini akan menunjukkan bahwa PR tidak hanya hadir saat membutuhkan sesuatu, tetapi juga sebagai mitra jangka panjang.
3. Pahami Penelitian Mereka Secara Mendalam
Membaca penelitian akademisi secara menyeluruh akan menunjukkan keseriusan praktisi PR. Jika ada hal yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya dalam pertemuan lanjutan. Hal ini akan membangun kepercayaan dan memudahkan proses komunikasi di masa mendatang.
4. Bela Akademisi Saat Ada Kekeliruan
Kesalahan dalam pemberitaan, seperti kutipan yang tidak akurat atau penyebutan nama yang keliru, dapat merugikan reputasi akademisi. Sebagai praktisi PR, penting untuk segera mengajukan koreksi dan memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta. Tindakan ini akan memperkuat hubungan profesional dan membangun kepercayaan terhadap PR.
5. Berikan Apresiasi Secara Personal
Mengucapkan terima kasih setelah akademisi meluangkan waktunya untuk wawancara atau publikasi adalah hal sederhana yang berdampak besar. Selain itu, laporan tahunan yang merangkum pencapaian mereka di media dapat menjadi cara efektif untuk menunjukkan dampak kerja sama dan mendorong mereka untuk terus berkolaborasi dalam tugas-tugas komunikasi.
Dengan menerapkan lima langkah di atas, praktisi PR dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan akademisi, menciptakan komunikasi yang lebih efektif, serta mendukung penyebaran informasi yang kredibel kepada publik.(RHO)