Menavigasi strategi komunikasi DEI dengan transparansi dan konsistensi menjadi kunci bagi perusahaan dalam menghadapi tekanan politik yang terus berkembang.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan yang berkomitmen pada inisiatif Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif. Namun, di tengah dinamika politik yang berkembang, tak sedikit organisasi yang mengalami tekanan hingga harus menarik kembali komitmen tersebut. Sepetti dikutip dari PR News Online (21/02/2025), beberapa perusahaan besar seperti Target, Meta, dan Walmart telah mengurangi inisiatif DEI mereka akibat perubahan kebijakan politik. Kondisi ini memicu reaksi publik, termasuk boikot dan tuntutan hukum dari konsumen yang merasa kecewa.
Namun, tidak semua perusahaan menyerah pada tekanan ini. Costco, misalnya, tetap mempertahankan nilai-nilai DEI mereka dengan pendekatan komunikasi yang transparan kepada karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya. Konsistensi dalam komunikasi DEI terbukti dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat reputasi perusahaan.
Bagi praktisi Public Relation, penting untuk memahami bagaimana mempertahankan strategi komunikasi DEI di tengah tekanan politik. Berikut adalah tiga langkah yang dapat diterapkan menurut Brennan Nevada Johnson, Founder & CEO of Brennan Nevada Inc
Dengan menerapkan strategi komunikasi yang efektif, perusahaan dapat tetap mempertahankan nilai-nilai DEI tanpa harus terpengaruh oleh tekanan politik. Bagi praktisi PR, kemampuan menavigasi tantangan ini menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap organisasi mereka.(RHO)