Peserta umumnya sependapat kemahiran dalam mengelola isu merupakan aspek penting bagi public relations (PR).
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Sebelum terjadi krisis, praktisi public relations (PR) harus mampu mengelola isu. Pernyataan ini ditekankan oleh Kepala Biro Humas dan KIP Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia di hadapan juri Insan PR Indonesia, Selasa (25/10/2022). Ia memberi contoh ketika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menyorot harta Rektor UI Prof. Ari Kuncoro meningkat hingga Rp 35 miliar dalam kurun waktu tiga tahun. Unggahan itu pun dengan cepat menjadi menyebar, bahkan sempat menjadi headline di berbagai media massa.
Informasi tersebut sontak memicu kemarahan mahasiswa dan mendorong mereka untuk melakukan aksi demo di depan Gedung Rektorat UI. Rekan media pun berdatangan ke Gedung Rektorat untuk mengonfirmasi kabar yang beredar dan menemukan fakta.
Sebagai humas UI sekaligus rektorat, langkah pertama yang dilakukan Amelita adalah mencermati dan menganalisis isu untuk melihat sebaran berita. Selanjutnya, melakukan pemetaan masalah. Dari sana, mereka dapat menyusun strategi komunikasi sekaligus membangun kembali kepercayaan publik. Bahwa setiap tahun UI rutin menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Informasi tersebut selanjutnya disebarluaskan kepada media tier 1 dan 2. KPK menanggapi kasus tersebut dengan membenarkan pernyataan UI. Informasi dari KPK, angka yang terakumulasi tersebut merupakan gabungan antara harta sang rektor dengan istrinya. Isu pun berangsur mereda.
Diikuti dengan Komitmen
Pengelolaan isu juga menjadi perhatian serius Telkom Indonesia, khususnya brand mereka yang bergerak di bidang penyedia layanan internet, IndiHome. Tahun 2020, IndiHome melakukan social network analysis. Hasilnya, sentimen positif publik terhadap IndiHome hanya 45%. Sementara apabila menggunakan search engine optimization (SEO) dengan kata kunci “internet cepat” dan “internet stabil”, hasilnya nama IndiHome berada di sekitar urutan 20-an.
Vice President (VP) Marketing Management Telkom E. Kurniawan menyadari reputasi di media digital tersebut tidak bisa ditingkatkan hanya melalui iklan. “Ini murni perannya PR,” ujarnya. Ia pun mengarahkan kepada tim PR untuk memperbanyak publikasi berita positif. Jika di tahun 2020, publikasi berita positif tidak mencapai 500 berita, dua tahun berikutnya IndiHome tercatat sudah mempublikasikan 2.600 berita positif.
Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Tahun 2022, sentimen positif meningkat menjadi 82 persen. IndiHome bahkan masuk jajaran lima besar untuk pencarian “internet cepat” dan “internet stabil”. Pencapaian tersebut, menurut Kurniawan, tak terlepas dari upaya tim PR IndiHome dalam memahami algoritma agar berita positif mengenai brand menjadi trending topic di media sosial dan media on-line.
Indosat Ooredoo Hutchison juga melakukan pengelolaan isu pada saat proses merger. Eni Nur Ifati, Media Relations Manager Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, agar proses proses penyatuan antara Indosat Ooredoo dengan Hutchison 3 Indonesia ini mendapat mendapat dukungan dari berbagai pihak, ia bersama tim menyusun beberapa strategi untuk meningkatkan awareness. Khususnya, dalam membangun identitas perusahaan yang baru.
Selain soal identitas, mereka juga membangun persepsi bahwa proses tersebut baik bagi masyarakat Indonesia. Selanjutnya, membuat langkah nyata dengan cara memberdayakan masyarakat Indonesia. Upaya nyata ini menjadi bukti komitmen sekaligus publikasi tentang korporasi. (rvh)