Cara TWC Ajak Masyarakat Kembali Mengunjungi Candi
PRINDONESIA.CO | Sabtu, 13/03/2021 | 1.625
Cara TWC Ajak Masyarakat Kembali Mengunjungi Candi
Candi Borobudur telah tersertifikasi CHSE
Dok. Borobudurpark.com

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Perlahan tapi pasti, sektor pariwisata mulai bangkit. PT Taman Wisata Candi (TWC), perusahaan milik BUMN yang mengelola Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko telah membuka kunjungan wisatawan sejak Juni 2020.

Tentu saja dengan mendepankan protokol kesehatan. Untuk memastikan adanya jaga jarak,  jumlah pengunjung harian dibatasi menjadi 1.500 – 4.000 pengunjung per hari. Padahal, kata Marketing Director  TWC Hetty Herawati saat mengisi webinar bertajuk “Kolaborasi Hexahelix Komunikasi untuk Bangkitkan Pariwisata Negeri”, Sabtu (27/2/2021), sebelum pandemi, jumlah pengunjung TWC bisa mencapai 4 juta pengunjung per hari. Selain itu, jam operasional pun dipangkas menjadi hanya dari pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Semenjak TWC telah memperoleh sertifikat cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) dari Kemenparekraf, mereka juga menjunjung tinggi penerapan higienitas dan kebersihan. Selain itu, menyediakan transaksi sistem pembayaran tanpa uang tunai (cashless) dan melakukan komunikasi pendukung untuk customer care.

Sementara untuk meyakinkan pengunjung merasa aman dan nyaman ketika kembali berwisata, TWC memastikan tetap mengelola komunikasi agar tetap terhubung dengan audiensnya. Agar pesannya sampai dan masif, menurut Hetty, kuncinya ada pada kolaborasi. “Kolaborasi ini adalah bahan bakar untuk kita dapat terus melangkah maju,” ujarnya.

Untuk kalangan internal, TWC mengajak seluruh karyawan untuk menjadi content creator. Karyawan berkesempatan membuat virtual tour. Konten yang terpilih selanjutnya akan diunggak di akun media sosial ketiga candi tersebut. 

Sedangkan secara eksternal, TWC mengajak komunitas, pemerintah daerah, swasta, dan BUMN untuk berkolaborasi, salah satunya melalui kampanye bersama twin heritage antara Taj Mahal dan Candi Borobudur serta Candi Prambanan. Program ini merupakan program Kementerian Luar Negeri, kedutaan besar Indonesia di India, dan kementerian kebudayaan India.

Program Twin World Heritage ini, lanjut Hetty, bertujuan untuk mengharmonisasikan budaya dunia. Selain itu, memperkuat branding Candi Borobudur dan Candi Prambanan di tingkat internasional, serta pertukaran pasar setiap destinasi. Bentuk kerja samanya meliputi promosi bersama, pengembangan pengelolaan SDM di warisan dunia, bundling tiket, pameran bersama, hingga pertukaran budaya.

Kerja sama eksternal lainnya, berkolaborasi dengan BUMN pariwisata dan swasta. Bersama dengan Sarinah, Garuda Indonesia, Angkasa Pura, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan grup hotel Inna, TWC meluncurkan program-program strategis BUMN ekosistem pariwisata. (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI