Era digital mengubah banyak hal terutama kecepatan informasi. Akuntabilitas informasi tidak bisa lagi dikontrol. Kita semua bisa terpapar informasi apapun, kapan saja dan di mana saja, baik kita menghendakinya maupun tidak.
BANDUNG, PRINDONESIA.CO - Marketing Director PT Blue Bird Tbk Amelia Nasution mengakui hal tersebut. Di hadapan peserta sesi konferensi PR INDONESIA Awards (PRIA) 2019 bertema “The Role of Public Relations in 5.0 Era di Bandung (26/03/2019), ia mengakui fenomena digitalisasi sempat membuat Blue Bird berada dalam krisis. Masyarakat menganggap Blue Bird sebagai moda transportasi konvensional. Hal ini tidak selaras dengan zaman dan menghalangi perubahan tren transportasi daring hingga timbul krisis. Amelia pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman agar perusahaan keluar dari krisis. Berikut kiatnya:
Tantangan di Era Digital
Menurut Amelia, langkah awal dalam menghadapi krisis adalah mengevaluasi tantangan yang dihadapi perusahaan. Dengan perubahan yang terjadi dengan cepat di era digital, rencana jangka panjang tidak dapat digunakan lagi. Strategi public relations (PR) perusahaan perlu sesering mungkin dikaji kembali, apakah masih relevan atau tidak. Selain itu, perusahaan perlu memahami pola pengguna media sosial yang semakin menuntut kecepatan dan kesempurnaan.
Era digital juga tidak bisa dipisahkan dari big data. Setiap aktivitas di internet adalah sumber data untuk memberikan paparan informasi kepada pelanggan. Dengan adanya big data ini, pelanggan dapat dengan mudah terpapar informasi mengenai kompetitor perusahaan. Perusahaan perlu menganalisis kompetisi yang terjadi dan menjadikannya sebagai kekuatan.
Dalam ranah penyedia jasa transportasi, yang jadi perlombaan adalah price preposition. Yaitu, berusaha memberi harga terendah pada pelanggan. Namun, Blue Bird tidak bisa melakukan strategi ini. Nah, di sinilah peran praktisi PR: membangun citra dan merancang pesan yang dapat mengatasi krisis sekaligus membuat pelanggan yakin untuk tetap memilih si "burung biru" sebagai penyedia jasa transportasi yang diandalkan.
Mengelola Pesan
Menurut Amelia Nasution, langkah kunci untuk menghadapi krisis adalah managing messages atau mengelola pesan. Sesaat setelah krisis, Blue Bird merilis video yang isinya perusahaan mengakui mempunyai kekurangan, belum sempurna dan perlu banyak belajar. Karena latar belakang itulah, mereka mengajak masyarakat untuk berjalan bersama. Pesan ini ditekankan secara terus menerus dan dari waktu ke waktu melalui berbagai program dan kampanye.
Memaksimalkan Teknologi dan Kemanusiaan
Setelah menghadapi krisis yang berhubungan dengan teknologi digital, praktisi PR Blue Bird membuat strategi komunikasi tentang kesungguhan perusahaan mengedepankan hubungan emosional antara pelanggan dengan perusahaan. “Data dan teknologi saja tidak cukup, harus dikawinkan dengan kemanusiaan,” ujar Amelia.
Pesan ini diwujudkan dalam video internal story. Video tersebut menceritakan perjalanan perusahaan yang tidak hanya berhenti hanya pada saat pelanggan sampai di lokasi tujuan. Lebih dari itu, berlanjut hingga ke kehidupan para driver Blue Bird melalui program umrah gratis dan beasiswa bagi anak-anak mereka. “Kami menyebutnya life investment,” kata Amelia.
Melibatkan Pelanggan
Memanfaatkan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi Blue Bird. Dalam waktu singkat, perusahaan dapat menerima aspirasi para pelanggan melalui media sosial. Data yang masuk dapat berupa ungkapan perasaan, keinginan, hingga penghargaan dari pelanggan. Dengan data tersebut, perusahaan yang beroperasi sejak tahun 1972 tersebut meluncurkan kampanye co-creation atau pembuatan karya kreatif dengan mengangkat kisah nyata dari pelanggan.
Kolaborasi
Berkolaborasi sebanyak mungkin merupakan cara efektif agar selalu dapat mengikuti perkembangan teknologi digital terkini. Terutama, berkolaborasi dengan perusahaan yang menggunakan teknologi digital sebagai layanannya. Dengan kolaborasi, perusahaan yang dipimpin oleh Noni Sri Ayati Purnomo selaku Presiden Direktur Blue Bird Group tersebut dapat melebarkan cakupan pelanggan, mempermudah akses dan menyediakan fasilitas yang semakin lengkap bagi pelanggan.
Kesimpulannya, perkembangan teknologi digital dan era 5.0, tidak menghalangi Blue Bird untuk tetap bertahan sambil terus belajar dan berkembang. Amelia menegaskan perusahaannya akan memaksimalkan era digital ini untuk memperkuat pesan dan komitmen Blue Bird melayani pelanggan dan memanusiakan manusia dengan lebih baik. (den)